Makanan kaleng adalah makanan instan yang dikemas dalam kaleng, seperti sarden kalengan merupakan pilihan yang mudah dan cepat untuk mengatasi rasa lapar di tengah malam. Akan tetapi terlalu banyak mengonsumsi makanan kaleng dapat membahayakan kesehatan ginjal.

Bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi lapisan-lapisan kaleng makanan dapat membahayakan ginjal. Selain itu juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dalam kurun waktu yang bersamaan. Peryataan tersebut berdasarkan studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Kidney International.



Studi tersebut dilakukan dengan menganalisis sampel urin dari 667 anak-anak antara usia 6 hingga 19 tahun. Peneliti ingin membandingkan tingkat bisphenol A (BPA), yang digunakan untuk membuat lapisan epoxy pada kaleng makanan dengan kadar protein yang disebut albumin.

Terlalu banyak albumin dalam urin mengindikasikan terjadinya masalah ginjal yang merupakan prekursor untuk penyakit ginjal kronis serta jantung.

Peneliti menemukan bahwa anak-anak yang memiliki kadar BPA tertinggi dalam tubuh, juga memiliki kadar tinggi albumin dalam urinnya. Kondisi ini paling banyak ditemukan pada anak-anak yang kelebihan berat badan dan gemar mengonsumsi makanan kaleng.

Sebenarnya jika ginjal seseorang sehat, albumin tidak akan bocor ke dalam urin. Tapi penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa BPA dapat menyebabkan stres oksidatif pada jaringan ginjal dan meningkatkan kadar albumin yang abnormal dalam urin.

"Sayangnya, kerusakan pada ginjal dapat mempengaruhi organ penting lainnya seperti jantung, mengingat fungsi ginjal yang sangat krusial," kata Howard Trachtman, MD, penulis studi tersebut yang merupakan seorang profesor klinis pediatri di New York University School of Medicine, seperti dilansir prevention, Rabu (30/1/2013).

Albumin juga merupakan biomarker terhadap disfungsi endotel, suatu kondisi di mana lapisan pembuluh darah tidak dapat melebar dengan optimal. Hal ini dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit stroke, diabetes serta penyakit Alzheimer.

Hindari mengonsumsi makanan dalam kemasan kaleng untuk mencegah paparan BPA tingkat tinggi. Konsumsilah makanan segar dan membeli produk dalam karton atau toples kaca sebagai gantinya. Kalau bisa juga beli sayur mayur dan dimasak sendiri :D


sumber : health.detik.com
Categories: ,