Deteksi Gangguan Kesehatan dari Mata

Deteksi Mata

MATA merupakan organ pertama yang bisa digunakan untuk mendeteksi ragam penyakit dalam tubuh manusia. Begitulah kesimpulan dari penelitian yang dilakukan para praktisi kesehatan di Amerika.

“Mata adalah tempat pertama di tubuh yang bisa dipakai dokter untuk melihat pembuluh darah dan arteri tanpa perlu kamera atau operasi,” kata Shantan Reddy, dokter spesialis mata dari New York University Langone Medical Center.

Bukan hanya sebagai indera penglihatan, mata ternyata menjadi jendela untuk melihat ada tidaknya gangguan kesehatan yang kita alami.

Berikut adalah tanda-tanda yang dapat dilihat secara kasat mata, seperti yang dikutip dari Health.com:

1. Pembengkakan pembuluh darah di mata: benda asing di udara seperti debu, atau bulu binatang, bisa mempengaruhi mata. Meski secara alami mata akan memproduksi histamine dan zat-zat kimia lain untuk melawannya, namun proses tersebut bisa menyebabkan pembengkakan pembuluh darah di mata sehingga bagian putih pada bola mata tampak memerah dan terasa gatal.

2. Bintik pada lapisan dalam mata: menurut Sophie J.Bakri, dokter mata dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesotta, kanker mata bisa terlihat seperti titik kecil pada lapisan pigmen mata. Hal tersebut bisa disebabkan oleh sinar matahari. Dalam kondisi terburuk, paparan sinar matahari bisa memicu kanker di dalam bola mata yang disebut juga dengan melanoma mata.

3. Warna keperakan pada arteri mata : kondisi arteri retina yang berubah keperakan merupakan salah satu tanda penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi.

4. Pembuluh darah tampak jelas: Kadar gula darah yang tinggi dapat menyumbat pembuluh darah di retina sehingga menyebabkannya lebih mudah pecah. Hal tersebut seringkali dikaitkan dengan diabetes yang jika tidak ditangani akan merusak saraf mata dan berakhir kebutaan.

5. Gejala inflamasi: gejala terjadinya pembengkakan pada permukaan okular, rasa gatal, dan kering pada mata. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa hal ini bisa menjadi sinyal adanya penyakit arthritis rheumatoid atau lupus.

sumber: mediaindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *