Kisah Fiksi Musikal ‘Bondan & Fade2Black’

Bondan Prakoso feat 2 Black

LiputanKami.com – Bersama penulis muda Fahd Djibran, grup musik ‘Bondan Prakoso & Fade2Black’ meluncurkan buku berjudul ‘Hidup Berawal Dari Mimpi’. Buku dengan kisah inspiratif ini menjadi best seller dan telah memasuki cetakan keempat, bahkan sebelum buku tersebut diluncurkan secara resmi ke publik.

Sang penulis merangkai cerita dari tiga album ‘Bondan & F2B’: Respect (2005), Unity (2007), dan For All (2010). Ia ingin menyampaikan pesan dari sejumlah lirik lagu dalam bentuk fiksi musikal.

“Saya ingin membangkitkan atmosfir membaca dan bercerita, lagunya Bondan keren banget, punya pesan yang luar biasa. Bisa membuat suasana cerita yang membangun,” ucapnya, saat peluncuran buku tersebut di Gramedia Matraman, akhir pekan ini.

Karya ini muncul melalui diskusi panjang dan intens antara Fahd dan seluruh personel ‘Bondan&F2B’. Bagi mereka, fiksi musikal ini menjadi karya yang saling mengisi dan menguatkan.

“Dia (Fahd) menulis berdasarkan lirik lagu ‘Bondan&F2B’, kami sharing, diskusi, dan memberi saran. Buku ini beda banget dibanding buku lain. Buku ini satu-satunya buku yang bisa jadi obat penyembuh kawula muda yang sudah terkontaminasi dengan hoax,” ujar Bondan.

Personel lainnya, Tito Budidwinanto atau akrab disapa TitzG, menambahkan, “Fahd bukan menempel karya kami, bukan menjabarkan lirik lagu. Ini projek kolaborasi, dengan adanya dia kami berkolaborasi lebih luas, dia menerjemahkan dengan gaya dia sendiri.”

“Dalam prosesnya kami nggak banyak ketemu langsung, kami banyak komunikasi via telp, email. Setelah itu ada saat di mana kami nggak ada komunikasi sama sekali, kami kasih ruang buat Fahd untuk bekerja. Yaa puas sih, tapi gak semuanya,” kata Danial Rajab Fahreza alias Lezzano.

Buku yang diterbitkan Kurniaesa Publishing akhir Oktober lalu ini berusaha mengobati kejenuhan sastra dan musik. Menurut Fahd, pesan bercerita di buku ini merupakan sesuatu yang sangat sederhana. “Setiap orang bisa menemukan cerita yang sama, dan mengajak pembaca sebagai aktor utama, menghilangkan klimaks, karena klimaks ada di dalam diri pembaca masing-masing.”
VIVAnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *